Minggu, 15 Juli 2012

Jangan Katakan 5 Hal ini Pada ‘si Single’ Tak jarang, anda menemui perempuan yang sukses dalam karier, namun tidak sukses menjalin asmara. Ia kerap menghabiskan waktu untuk urusan pekerjaan. Tak sedikit juga yang menghabiskan wakunya utuk mengurus kepentingan keluarga sehingga tidak memiliki bnyak waktu luang. Kalaupun hang out, ia akan melakukannya dengan sesama perempuan. Kehidupan menjadi seorang single bukanlah keinginannya. Namun, disisi lain, keadaan tersebut sangat sulit utuk diubah. Alasannya pun beragam, ada yang sibuk dengan pekerjaan, ada yang mengalami trauma, ada pula yang merasa rendah diri atau minder sehingga menarik diri dari pergaulan karena merasa tidak layak. Keadaan seperti ini bukannya tidak memliki dampak positif. Tidak dipungkiri, perempuan single memilik banyak waktu untuk mengeksplor kemampuan dirinya baik secara pribadi misalnya dengan mengikuti berbagai kursus, maupun sosial misalnya dengan meikuti kegiatan komunitas. Tapi, perempuan sebagai manusia biasa juga menginginkan seorang pendamping yang dapat memberikan kasih sayang baginya. Sebagai teman, atau orang dekatya, tak sedikit dari anda yang mencoba untuk ‘mencari apa yang salah’ dan berusaha membenahi hal tersebut dengan asumsi bahwa perubahan yang dilakukan teman single ini akan berdampak baik baginya. Setidaknya, ada seorang pria yang mau mengajaknya berkencan. Lebih baik lagi, jika akhirnya ia ‘mendapatkan’ seorang kekasih. Jika anda berniat baik, yakni ingin melihat si single tak lagi menjalani kesendirian, berhati-hatilah dalam bersikap dan mengeluarkan pernyataan yang ditujukan padanya. Salah-salah, pernyataan anda justru menghakimi dan membuat dirinya semakin merasa rendah atau marah dengan menyalahkan keadaan. Karin Anderson, Ph.D, Asisten Professor Psikologi Conordia University Chicago mengatakan,kerap kali nasehat yang diberikan kepada si single justru menghakiminya. “Kebanyakan orang memberi nasehat yang mengandung pesan bahwa si single telah melakukan kesalahan sehingga belum mendapat pasangan,” katanya. Pemlihan kata yang tepat, lanjut Karin adalah kata yang mampu membangkitkan semangat si single. “Anda dapat mengatakan kepada si single bahwa dia memang singl tai keadaan akan baik-baik saja. Kehidupannya tidak akan menjadi buruk hanya karena dirinya single,” sebut Karin. Jika ingn mengatakan seuatu pada si single, sebaiknya hindari 5 kata ini : 1. Mungkin Anda Belum Mencoba Cukup Baik Kata ini terdengar seperti menghakimi bahwa si single tidak berusaha. Ketimbang mengatakan hal ini, lebih baik anda ‘mengeksplor’ si single agar lebih berani untuk menjalin relationship dengan cara yang alami sehingga mereka yang menjalankannya pun merasa nyaman. 2. Gunakan Make-Up Menemukan mr.Right tidak semudah menyapukan blush on pada wajah mereka. Biasanya, perempuan yang jarang mengenakan make-up menginginkan dipandang sebagaimana dirinya apadanya, bukan berdasarakan siapa mereka. Meski demikian, ada juga perempuan yang alergi terhadap jenis make-up tertentu sehingga lebih memilih tidak menggunakan make-up. “Seorang perempuan akan menampilkan dirinya sesuai dengan kepribadiannya. 3. Banyak bergaul Hal ini mengirimkan pesan, bahwa banyak hal yang bisa dilakukan dengan dukungan internet atau dengan kencan buta. Memang, rasanya tidak ada cara yag mustahil untuk ditempuh demi menemukan kekasih hati. Namun, mengatakan hal in sama saja dengan menghakimi si single. “Biasanya, si single lebih uka bekerja ketimbang harus bertemu dengan teman, baik hanya sekedar untuk makan malam, atau hang out,” kata Karin. 4. Anda orang yang pemilih Mengatakan hal ini sama saja dengan memberi sinyal bahwa si single merupakan orang yang pemilih. Artinya, si single sudah tidak memiliki banyak waktu untuk memilih. Ingat, mengatakan hal ini sama saja dengan menghakiminya dan sangat beresiko bagi relasi anda dengan si single. 5. Anda harus menurunkan ‘standar’ Kata-kata di atas dapat diartikan bahwa si single kurang berani untuk memperluas pergaulan sehingga menutup kemungkinan mereka untuk bertemu dengan mr.right. Sebaiknya, ganti kata-kata tersebut dengan mengarahkan bahwa si single harus menurunkan standart. Daripada mengatakan hal demikian, lebih baik anda mengajak si single untuk bergabung engan komunitas yang sesuai dengan hobinya sehingga dia lebih percaya diri untuk dapat bergabung di sana.